Laman

...WINNER IS THE BEST NUMBER ONE!..... LCD Text Generator at TextSpace.net

Minggu, 04 September 2011

MENGETAHUI SEKILAS PERKEMBANGAN AGAMA SYI’AH DI INDONESIA

Sejak meletusnya Revolusi Iran yang dipimpin oleh Ayatullah Khomaeni pada tahun 1979 M, sejak saat itu pula, paham Syi'ah menyebar ke pelosok negeri, termasuk Indonesia. Dalam penyebarannya, mereka menggunakan slogan persaudaraan, perdamaian, dan jihad melawan berbagai kemungkaran. Padahal slogan yang mereka dengung-dengungkan ini hanyalah kedok semata untuk menutupi keburukan dan kesesatan mereka. Sehingga pada akhirnya, dengan slogan ini mereka mendapatkan respon yang positif dari masyarakat Muslim. Sehingga terbentuklah solidaritas Muslim dunia yang mendukung gerakan tersebut.
Perkembangan Syi'ah atau yang lebih populer dikalangan mereka dinamakan dengan madzhab Ahlul Bait di Indonesia memang cukup pesat. Mereka mendirikan lembaga-lembaga, baik yang berbentuk pesantren-pesantren maupun yayasan-yayasan  di beberapa kota di Indonesia, seperti di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan kota-kota lain di luar Jawa. Mereka juga membanjiri buku-buku tentang Syi'ah yang sengaja mereka terbitkan oleh para penerbit yang berindikasi Syi'ah. Atau mereka menyebarkan paham mereka lewat media massa, ceramah-ceramah agama dan lewat pendidikan serta dengan melakukan pengkaderan di pesantren-pesantren yang mereka miliki, dan di majelis-majelis ta'lim. Mereka juga melakukan pengkaderan para da'i dengan mengirimkan para pelajar ke Iran, salah satunya di Qom. Setelah kembali dari Iran, mereka (para pelajar tersebut) dituntut untuk menyebarkan paham Syi'ah ini di kalangan masyarakat. Mereka mengajak kaum Muslimin untuk memperkecil perbedaan antara Ahlus Sunnah dan Syi'ah.
Untuk membendung perkembangan Syi'ah ini memang sangat sulit sekali. Hal ini dikarenakan Syi'ah mempunyai ajaran yang bernama taqiyyah. Dengan ajaran ini mereka dengan mudah untuk memutarbalikkan fakta untuk menutupi segala kebathilan dan kesesatan mereka yakni dengan mengutarakan sesuatu yang bertentangan dengan keyakinannya. Dalam hai ini mereka mengambil perkataan dari Abu Ja'far, "Taqiyyah adalah agamaku dan agama bapak-bapakku. Seseorang tidak dianggap beragama bila tidak ber-taqiyyah."
Dalam melakukan penyebaran Syi'ah ini, salah satu cara yang mereka lakukan adalah dengan menerbitkan buku-buku tentang Syi'ah yang diterbitkan oleh penerbit yang mereka miliki. Diantaranya penerbit Mizan, Pustaka Hidayah, Pelita Bandung, Yayasan As-Sajjad Jakarta, YAPI Bangil dan lain sebagainya.
Begitu pula dengan lembaga-lembaga yang mereka dirikan. Diantaranya: Yayasan Al-Muthahari yang berada di Bandung, Yayasan Al-Muntadhar di Jakarta, Yayasan Al-Jawwad di Bandung, Yayasan Mulla Sadra di Bogor, Pesantren YAPI di Bangil, Pesantren Al-Hadi di Pekalongan dan lain sebagainya.
Untuk mengenal hakekat agama Syi'ah dan perkembangannya di Indonesia secara lebih jauh, insyaAllah saya akan membahasnya pada kesempatan yang lain. Sehingga kita akan mengetahui kebobrokan dan kesesatan aqidah mereka ini. Walhasil kita akan selalu waspada terhadap gerakan dakwah mereka yang kian hari kian menggurita. Penting untuk diketahui pula, bahwasanya mereka menganggap Ahlu Sunnah sebagai musuh utama dan yang paling berbahaya bagi mereka ketimbang orang-orang Yahudi maupun Nasrani. Sehingga mereka akan berusaha menjadikan Ahlu Sunnah sebagai mangsa utama, dan akan menghancurkan sehancur-hancurnya sebagaimana yang terjadi di Iran sampai saat ini. Hanya kepada Allahlah kita berlindung dari kejahatan-kejahatan mereka.

 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar